Powered By Blogger

Selasa, 02 Juni 2009

Adakah Ilmu Ikhlas


Sebenarnya adakah ilmu ikhlas itu? Saya pernah melihat sebuah film yang menceritakan tentang seseorang yang dengan gigihnya mengejar seorang gadis anak seorang kyai. Dengan kenekatannya di berusaha mendekati gadis itu, biarpun ada halangan dari orangtua si gadis. Dia tetap nekat biarpun kyai bapak gadis tadi mengajukan syarat-syarat yang mungkin dirasa berat bagi orang yang tidak biasa melakukan. Tetapi demi mendapatkan seseorang yang dicintai, maka seberat apapun syarat tersebut ia sanggupi juga. Maka rangkaian kejadian yang lucu, mengharukan, bahkan konyol terjadi dalam film tadi. Bagaimana si pemuda tadi belajar untuk menjalankan syarat yang diajukan ayah si gadis. Sampai akhirnya tibalah penentuan tersebut. Ternyata si gadis telah dijodohkan oleh pemuda lain yang menurut pandangan dari pak kyai lebih memenuhi syarat sebagai manantunya. Dan pak kyai mengajukan satu syarat lagi yaitu si pemuda harus menguasai apa yang dinamakan ilmu ikhlas, yang ternyata maksud dari pak kyai adalah bahwa si pemuda harus mengikhlaskan jikalau si gadis telah dijodohkan dengan orang lain. Dengan ketabahan dan gentle maka si pemuda pun tidak keberatan jika si gadis telah mempunyai jodoh yang lain selain dirinya. Dia telah mengikhlaskan kalau si gadis memang bukan untuknya. Tetapi ternyata pak kyai malah terkesan dengan apa yang dilakukan oleh pemuda tadi. Menurut pak kyai dialah yang telah dapat menguasai apa yang di namakan ilmu ikhlas. Akhirnya bisa ditebak ending dari film tadi.

Kalau kita lihat berdasarkan paparan diatas memang apa yang dinamakan ilmu ikhlas itu adalah sesuatu yang harus kita relakan kalau memang itu belum menjadi hak kita. Tetapi kadang kita sebagai manusia yang penuh dengan ego yang tinggi tidak bisa terima dan mungkin akan menyalahkan orang lain apabila tujuan atau sesuatu yang kita harapkan tidak kita dapatkan. Dan hal itu sering terjadi pada kita sebagai manusia yang penuh dengan ketidak sempurnaan. Seringkali malah terjadi penipuan pada hati kecil kita. Kita sering berkata pada orang lain bahwa kita rela melepas sesuatu entah itu apa, tetapi dalam hati kecil kita masih tidak rela kenapa hal itu bisa terjadi, apa yang menjadi kesalahan kita sehingga sesuatu yang kita harapkan ternyata tidak bisa kita raih, atau kita ambil.

Itulah kelemahan kita sebagai manusia biasa, yang kadang dengan kecongkakan dan kepongahan kadang lupa bahwa masih ada yang mengatur kita sesuai jalur yang ada. Kita sebagai manusia masih sering lupa bahwa dibalik semua yang terjadi akan ada hikmah yang mungkin akan kita ketahui kelak di kemudian hari. Perkataan orang yang mengatakan bahwa kalau kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, maka Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dan saya percaya itu

Diantara Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Ikhlas

Ayat-Ayat Perintah Agar Ikhlas


Allah Ta'aala berfirman:

"Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)." (QS. Az-Zumar: 2-3).

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama." (QS. Az-Zumar: 2-3).

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5).

"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al-An'aam: 162-163).

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 163).

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun." (QS. An-Nisaa': 36).

"Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." QS. Al-Baqarah: 22).

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. Al-Anbiyaa': 25).

"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al-Kahfi: 110).


Ayat-Ayat Ancaman Tidak Ikhlas

Allah Ta'aala berfirman:

“Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat.” (QS. Ali 'Imraan: 152).

"Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)." (QS. Al-Anfaal: 67).

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16).

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS. Al-Israa': 18-19)

"Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." (QS. Asy-Syuuraa: 20)

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah (yaitu suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan RasulnyaNya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar." (QS. Al-Ahzaab: 28-29).

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. An-Nisaa': 48 dan 116).

"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al-Furqaan: 23).

Hanya Orang Yang Ikhlas-lah Yang Selamat

Allah Ta'aala berfirman:
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka." (QS. Shaad: 82-83).

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr: 39-40).[www.hatibening.com]

Tidak ada komentar: