Powered By Blogger

Jumat, 14 Agustus 2009

Sunyi hidup tanpa sang ayah


Di usia 8 tahun...ayah t'lah pergi...untuk s'lam-lamanya...ya Allah...apa yang kau rahasiakan tentang hidupku nanti...apakah aku sanggup menhadapi masa depan ku nanti...lalu bagai mana dengan ibu...yang harus menanggung hidupku sendirian.....

hari2ku terasa sunyi,hampa tanpa kasih sayang...hanya ibu yg slalu memeluku di saat aku menangis...

Ayah...sungguh berharganya engkau,ayah engkau adalah sumber kekuatanku,ayah engkaulah ispirasiku,ayah saya akan buktikan saya menjadi anak yang kuat,ayah saya akan menjaga ibu,ayah saya akan buktikan bahwa saya sanggup hidup tanpa ayah...

Ya Allah kuatkan lah saya dan ibuku dalam bahtera dunia ini....ya Allah bimbinglah saya agar saya menjadi anak yang kuat dalam kehidupan yang fana ini.

Selasa, 09 Juni 2009

Cara Menentukan Pemimpin Dalam Islam

Catatan: Artikel ini adalah hasil copy paste dari mailing list itb@itb.ac.id

Askum.wr.wb

Mhn maaf baru bisa membalas sekarang. kmrn2 agak sibuk. Mudah2an Tuhan mudahkan saya untuk menulis tentang cara menentukan pemimpin dalam islam.

ada dua keyword yg penting di sini yaitu "pemimpin" dan "islam"

Pertama, mengenai pemimpin. Seorang pemimpin didalam islam, dia dilantik oleh Tuhan. Ketika di zaman ada nabi dan rasul., merekalah pemimpin tersebut. Tuhan menunjuk mereka melalui wahyu yg diturunkan kpd mereka dan mereka menyampaikan pada ummatnya bahwa mereka adalah utusan Tuhan, dan perjuangan pun dimulai utk menegakkan sistem Tuhan utk masa itu.

Nabi berbeda dengan Rasul. Rasul wajib menyampaikan risalahnya kpd kaumnya. Nabi tidak demikian, tetapi sekiranya ada yang mau ikut mrk, nabi itu pun menerima pengikut tsb dan mendidiknya. Jumlah Rasul lebih sedikit dari pada jumlah Nabi. Rasul jumlahnya menurut bbrp kitab 313 orang , sedangkan nabi 124.000 banyaknya.

Di zaman ketika Nabi Muhammad Sudah Wafat, Pemimpin tersebut bukan lagi nabi atau rasul. Tetapi watak perjuangannya terbagi menjadi dua, ada yg mirip watak nabi, ada yang mirip watak rasul. Mereka inilah yang disebut "Ulama Pewaris Nabi".

Ketika zamannya adalah zaman berjuang (menurut hadist, di awal kurun hijriah , sekitar 30-40 th pertama dari 100 tahun tiap kurun hijriah), Muncul Pemimpin yang di sebut Mujaddid.

Ketika di tengah atau di akhir kurun hijriah, muncullah pemimpin yg di sebut wali kutub atau ghauts.

Pemimpin2 yang tergolong mujaddid adalah : Sayidina Umar Bin Abdul Aziz, Imam Abu Hasan Ashaari, Imam Sayuti, Imam Ghazali, imam sayuti dll. Mereka berjuang memperbaiki kerusakan agama di zamannya.

Ketika di zaman Umar bin abdul aziz, sisi islam yang rusak adalah sisi pemerintahan islam, maka beliau berjuang memperbaiki segi pemerintahan islam sehingga jadilah kekhalifahan beliau kekhalifahan yg sangat dikagumi sampai hari ini.

ketika zaman imam abu hasan ashaari, segi aqidah islam di serang oleh paham muktazilah, beliau berjuang mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah dengan mengeluarkan kaidah sifat 20 dan membersihkan paham
muktazilah dari ummat islam.

ketika zaman imam syafii, terjadi permasalahan dalam menentukan hukum2 islam, terjadi perbedaan diantara mahzab imam malik yang semata2 menggunakan hadist , dgn imam hanafi yang kuat menggunakan logika. imam syafii mengeluarkan kaedah yang sampai sekarang masih digunakan, yaitu usul fiqh.

begitulah seterusnya permasalahan atau segi2 kerusakan dalam pengamalan ajaran islam setiap waktu diperbaiki oleh Tuhan dengan mengirimkan mujaddid tiap seratus tahun sekali. Dan di akhir zaman ketika pengamalan islam di semua segi kehidupan sudah rusak, maka mujaddid sekaligus khalifah terakhir yang akan dikeluarkan oleh Tuhan untuk membenahi semua kerusakan adalah Imam Mahdi.

Itulah peran mujaddid, Ulama berwatak rasul. Sedangkan Gauts, atau Kutub, adalah Ulama berwatak nabi yang turun di tengah atau di akhir kurun hijriah, biasanya beliau2 ini mengajak ummat untuk ber uzlah dan ber ibadah saja. Sebab zamannya bukan zaman berjuang. Tuhan sudah tentukan demikian, mrk pun Taat. mrk mengajak pengikutnya hanya untuk mengasingkan diri (ber uzlah) dan memperbaiki ibadah2 saja. Mereka ini misalnya, Syeikh abdul qadir jailani , syeikh abu hasan syazili, syeikh ahmad rifai dll syeikh tarikat pada umumnya

Itu dari segi peranannya. Sedangnya dari segi cara Tuhan menunjuk mereka, caranya sama. Rasulullah akan datang kepada mereka, baik dengan jalan mimpi, maupun secara yakazah (berjumpa dalam keadaan sadar dengan ruh rasulullah), kemudian rasulullah menyatakan dan melantik beliau sebagai pemimpin.

Sebagai kaedah verifikasinya, Ruh Rasulullah Tidak hanya datang ke orang ini. Ruh Rasulullah akan menemui wali wali lain untuk memberikan kabar yang sama, sehingga masyarakat bisa melihat , dari berbagai belahan bumi, orang2 yang sebelumnya tidak pernah dijumpai dan dikenali oleh yang dilantik tersebut, datang membawa berita bahwa
"Saya berjumpa rasullah pada tanggal sekian2 dan rasulullah menyebut bahwa engkau adalah mujaddid, dan saya diminta oleh Rasulullah berbaiat kepada engkau".

Kaedah verifikasi ini mesti ada. Ini adalah cara pelantikannya, Langsung dilantik oleh Rasulullah sebagai wakil dari Tuhan.

Jadi kalau mau mencari pemimpin untuk di baiat, coba cek apakah pemimpin tsb pernah (atau malah sering) berjumpa Rasulullah dan apakah ada orang lain dari belahan dunia lain yg tidak di kenali tiba2 datang membawa berita yang sama. ini kaedah yg paling simpel

Sebagai contoh, Saya bawakan kisah pemimpin yang sudah di tunjuk oleh hadist utk menaklukkan konstantinopel, namanya Sultan Muhammad Al Fateh. Ketika dia baru lahir, datang seseorang dari bukhara, uzbekistan, yaitu syeikh syamsuddin al wali mendatangi ayahnya (raja osman ghazi , CMIIW) yang waktu itu sedang berniat menyerbu pusat
kerajaan romawi timur tersebut sambil berkata, "bukan engkau yang akan menaklukkan konstantinopel, tetapi bayi yang ada dalam buaian ini". Bayi itu pun diambil untuk dididik oleh Syeikh tersebut dan pada umur 21th, apa yang dikatakannya menjadi kenyataan.

Syeikh syamsuddin al wali ini di utus oleh gurunya di bukhara dan gurunya ini mendapat pesan dari Rasulullah untuk mengutus muridnya ke turki untuk mendidik sang calon pemimpin.

ini kaedahnya. Ada juga kaedah lain utk menilai apakah seorang itu betul2 pemimpin kebenaran atau bukan, cuman agak panjang, jadi mudah2an lain kali sempat di tuliskan.

mohon maaf lahir batin

Hidup Menurut Pandangan Islam

Kita sebagai orang Islam yang mengharapkan keredhaan Allah harus bercita-cita untuk hidup secara Islam dengan sebaik-baiknya. Untuk itu kita harus faham dan mengetahui bagaimana hendak hidup secara Islam menurut Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW merupakan peraturan Allah untuk panduan hidup manusia. Langit, bumi dan segala isinya adalah kepunyaan Allah. Maka Allah jugalah yang berhak membuat peraturan-peraturannya. Allah sediakan peraturan itu untuk manusia menggunakan dan menjalankannya. Manusia wajib mengikuti peraturan Allah itu. Mereka tidak dapat mengikuti akal sendiri. Jika tidak ada hancurlah dunia ini, firman Allah :
"Lahirlah kerusakan di lautan dan di daratan akibat dari tangan-tangan manusia"
[Q.S. Ar Rum : 41]

Jika ada manusia yang tidak mau terima peraturan dari Allah untuk mengatur hidupnya, rumah tangga, masyarakat, negara hingga alam yang lebih luas, hukuman Allah sangat berat. Firman Allah :
"Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang kafir"
[Q.S. Al Maidah : 44]

"Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang zalim"
[Q.S. Al Maidah : 45]

"Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang fasiq"
[Q.S. Al Maidah : 46]

Jadi orang yang tidak mau mengikuti peraturan dan perintah Allah, dapat dijatuhi hukum kafir, zalim atau fasiq.

Mengatur Hidup Menurut Syariat

Supaya manusia berjaya mengatur hidup secara yang dikehendaki oleh Al Qur'an dan Sunnah atau ajaran Islam, harus menempuh empat perkara :
1. Syariat
2. Tareqat
3. Hakikat
4. Makrifat

1. Syariat

Ialah peraturan-peraturan lahir dan batin atau hukum dari Allah yang telah ditetapkan olehNya di dalam Al Qur'an dan dijelaskan lagi oleh hadis Rasulullah SAW.
Hukum Syariat

Terdiri dari lima hukum, yaitu wajib, sunat, haram, makruh dan mubah. Lima hukum ini menyuluh hidup kita dari diri, keluarga, masyarakat, negara, hingga alam sejagat.

" WAJIB: Satu perkara dibuat dapat pahala, ditinggalkan berdosa, kedudukannya harus dibuat.
" SUNAT : Dibuat dapat pahala, ditinggalkan tidak berdosa, kedudukannya sebaiknya dibuat
" HARAM : Dibuat berdosa, ditinggalkan karena Allah dapat pahala, kedudukannya harus ditinggalkan
" MAKRUH : Dibuat tidak berdosa, ditinggalkan karena Allah dapat pahala, kedudukannya sebaiknya ditinggalkan
" MUBAH/JAIZ : Dibuat atau ditinggalkan tidak dapat pahala dan tidak juga berdosa, kedudukannya dapat pilih mau dibuat atau ditinggalkan.

Setiap yang kita lakukan, walau sekecil apapun tidak terlepas dari lima hukum tersebut. Contohnya dalam berpakaian :

1. Wajib berpakaian untuk menutup aurat. Menutup seluruh tubuh bagi wanita dan sekurang-kurangnya dari pusat sampai lutut bagi lelaki.
2. Sunat berpakaian mengikuti sunnah Rasulullah SAW seperti memakai kopiah, serban, jubah, dan lain-lain.
3. Haram berpakaian yang membuka aurat bagi lelaki dan wanita. Haram memakai pakaian dari sutra bagi lelaki.
4. Makruh berpakaian yang panjangnya melampaui batas bagi lelaki.
5. Mubah berpakaian apa saja baik yang murah atau yang mahal.

Seluruh perintah Allah baik yang wajib atau sunat, diibaratkan seperti satu badan. Maka perumpamaan orang yang hanya buat hal yang sunat saja tetapi tidak melakukan yang wajib, badannya mati tapi tidak berfungsi. Bagi orang yang hanya buat yang wajib tapi tidak buat yang sunat, badannya hidup tapi tidak indah dan cantik.

" Syariat Allah yang mengandung lima hukum itu, kalau menyuluh soal-soal keyakinan dan aqidah, disebut persoalan usuluddin (tauhid)
" Bila menyuluh soal lahiriah, hal-hal lahir seperti berpakaian, mengatur rumah tangga dan sebagainya dikatakan persoalan fiqih
" Syariat itu kalau menyuluh soal-soal hati, nafsu, batin atau rohani disebut tasawuf

Tauhid, fiqih dan tasawuf tidak dapat dipisahkan, ketiganya harus dipelajari, difahami dan diamalkan, misalnya dalam shalat, ketiganya harus dibawa bersama.
Fiqihnya : Berdiri, rukuk, sujud dalam setiap bacaan dan perbuatan dalam shalat
Tauhidnya : Yakin dengan Allah Yang Maha Melihat
Tasawufnya : Khusyuk, faham setiap bacaan dan rasa tadharuk dengan Allah.

Ketiganya tidak dapat dipisahkan, Imam Malik r.a berkata :
"Barang siapa yang semata-mata berfiqih tetapi tidak bertasawuf, dia akan jatuh fasiq. Barang siapa yang bertasawuf tetapi tidak berfiqih, dia akan jatuh zindiq (kafir)".

2. Tareqat

Tariqat artinya jalan. Tariqat terbagi dua :
1. Tariqat wajib yaitu syariat yang berbentuk ilmiah yang diamalkan sungguh-sungguh. Contohnya : bertariqat dalam shalat, kita belajar ilmu tentang shalat, ketika sampai masanya kita pun melaksanakan shalat.
2. Tariqat sunat. Seperti tariqat Ahmadiah, Satariah, Qadariah, Naqsabandiyah, Muhammadiyah dan lain-lain, yaitu kita mengamalkan disiplin wirid-wirid, shalawat-shalawat tertentu yang disusun oleh ulama-ulama terdahulu.

Tariqat wajib, memang wajib ke atas setiap orang mengamalkannya. Tariqat sunat banyak diamalkan oleh orang yang bercita-cita mendidik diri dan oleh ulama-ulama yang haq.

Kita patut juga mengamalkan tariqat sunat untuk memudahkan jalan kita menuju Allah. Orang yang mengamalkan tariqat sunat ini akan dibantu dalam bermujahadah melawan nafsu dan mendidik hati ke arah taqwa. Perlu diingat dalam kita mengamalkan tariqat sunat, kita tidak dapat meninggalkan tariqat wajib, karena tiada nilai amalan sunat tanpa mengerjakan amalan wajib.

3. Hakikat

Setelah seseorang itu bersyariat dan bertariqat sungguh-sungguh dia kaan dapat rasa Hakikat, yaitu rasa yang Allah jatuhkan ke hati hambaNya yang Dia pilih dan kehendaki. Orang ini tidak lagi memiliki sifat mazmumah, sifat-sifat terpuji menghiasi dirinya, seperti rasa syukur, redha, zuhud, tawakal, pemurah, dan lain-lain. Jiwanya tidak terpengaruh dengan perubahan suasana. Allah letakkan dalam hatinya rasa tenang dan damai. Firman Allah :
"Ketahuilah dengan mengingati Allah itu hati akan tenang"
[Q.S. Ar Rad : 128]

Orang berzikir yang mendapat ketenangan itu mulutnya menyebut Allah, hati merasakan kebesaran Allah dan perbuatannya melaksanakan perintah Allah. Soal hakikat atau buah ibadah tidak dapat dipelajari. Siapa yang dapat, dia akan merasakannya. Orang yang telah mendapat hakikat, dikatakan orang yang benar-benar kenal Allah.

4. Makrifat

Orang yang telah sampai ke tingkat makrifat dikatakan orang-orang yang Al 'Arifbillah atau golongan 'Arifin. Mereka ini kenal Allah dengan mata hati dan mereka telah mencapai taraf bertaqwa. Mereka benar-benar dapat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah yang haram dan makruh.

Kalau ada orang yang melaksanakan syariat sungguh-sungguh, faham sungguh-sungguh kelima hukum tetapi tidak tenang, tidak redha, tidak sabar dan lain-lain haruslah periksa diri, muhasabah diri kembali. Kalau bukan kesalahan di bidang Tauhid, mungkin salah di bidang fiqih atau di bidang tasawuf.

Kesimpulannya ajaran Islam bukanlah bentuk percakapan saja, tapi perlu diamalkan lahir dan batin agar menjadi hamba Allah yang soleh atau disebut Al 'Arifbillah yang akan mendapat kemenangan di dunia dan Akhirat.

Senin, 08 Juni 2009

Photo











smile donk...
naik2 ke puncak tinggi2 sekali....
mana nich yg paling keren
lagi demo......minta .....?

Teman di pt arjuna sinatria amarta.....lg pada gaya

Kamis, 04 Juni 2009

THE SULTANATE OF BANTEN

Posted on February 28, 2008 by Arum Kusumawardhani
Filed Under Budaya | 19,734 Views

Saduran Bebas dari buku “THE SULTANATE OF BANTEN by Claude Guillot, Hasan M. Ambary and Jacques Dumarçay, Gramedia 1990”

ASAL MUASAL
peta-banten.jpg
Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah dari bagian terbarat pulau Jawa ini, terutama pada masa sebelum masuknya Islam. Keberadaanya sedikit dihubungkan dengan masa kejayaan maritim Kerajaan Sriwijaya, yang menguasai Selat Sunda, yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Dan juga dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sunda Pajajaran, yang berdiri pada abad ke 14 dengan ibukotanya Pakuan yang berlokasi di dekat kota Bogor sekarang ini. Berdasarkan catatan, Kerajaan ini mempunyai dua pelabuhan utama, Pelabuhan Kalapa, yang sekarang dikenal sebagai Jakarta, dan Pelabuhan Banten.

Dari beberapa data mengenai Banten yang tersisa, dapat diketahui, lokasi awal dari Banten tidak berada di pesisir pantai, melainkan sekitar 10 Kilometer masuk ke daratan, di tepi sungai Cibanten, di bagian selatan dari Kota Serang sekarang ini. Wilayah ini dikenal dengan nama “Banten Girang” atau Banten di atas sungai, nama ini diberikan berdasarkan posisi geografisnya. Kemungkinan besar, kurangnya dokumentasi mengenai Banten, dikarenakan posisi Banten sebagai pelabuhan yang penting dan strategis di Nusantara, baru berlangsung setelah masuknya Dinasti Islam di permulaan abad ke 16.

peta-banten-2.jpg
Peta Lokasi Banten Girang

Penelitian yang dilakukan di lokasi Banten Girang di tahun 1988 pada program Ekskavasi Franco – Indonesia, berhasil menemukan titik terang akan sejarah Banten. Walaupun dengan keterbatasan penelitian, namun banyak bukti baru yang ditemukan. Sekaligus dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten ternyata jauh lebih awal dari perkiraan semula dengan ditemukannya bukti baru bahwa Banten sudah ada di awal abad ke 11 – 12 Masehi. Banten pada masa itu sudah merupakan kawasan pemukiman yang penting yang ditandai dengan telah dikelilingi oleh benteng pertahanan dan didukung oleh berbagai pengrajin mulai dari pembuat kain, keramik, pengrajin besi, tembaga, perhiasan emas dan manik manik kaca. Mata uang logam (koin) sudah digunakan sebagai alat pembayaran, dan hubungan internasional sudah terjalin dengan China, Semenanjung Indochina, dan beberapa kawasan di India.

banten-girang1.jpg
Lokasi Banten Girang
banten-girang2.jpg
Banten Girang : Pertapaan yang diukir di dalam bukit batu

Secara nyata, tidak ada keputusan final yang dapat diambil sebelum penelitian dilakukan lebih lanjut, tapi dapat dipastikan bahwa keberadaan Banten sudah berlangsung sangat lama dan teori bahwa keberadaannya dimulai pada saat terbentuknya Kerajaan Islam di Banten, tidak lagi dapat dipertahankan.

Bangsa Portugis telah mendokumentasikan keberadaan Banten dan sekitarnya pada awal abad ke 16, kurang lebih 15 tahun sebelum Kerajaan Islam Banten terbentuk.

Setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, bangsa Portugis memulai perdagangan dengan bangsa Sunda. Ketertarikan utama mereka adalah pada Lada yang banyak terdapat di kedua sisi Selat Sunda. Bangsa Cina juga sangat berminat pada jenis rempah rempah ini, dan kapal Jung mereka telah berlayar ke pelabuhan Sunda setiap tahunnya untuk membeli lada. Walaupun Kerajaan Pajajaran masih berdiri, namun kekuasaannya mulai menyusut. Kelemahan ini tidak luput dari perhatian Kerajaan Islam Demak. Beberapa dekade sebelumnya Kerajaan Demak telah menguasai bagian timur pulau Jawa dan pada saat itu bermaksud untuk juga menguasai pelabuhan Sunda. Masyarakat Sunda, memandang serius ekspansi Islam, melihat makin berkembangnya komunitas ulama dan pedagang Islam yang semakin memiliki peranan penting di kota pelabuhan “Hindu”.

Menghadapi ancaman ini, Otoritas Banten, baik atas inisiatifnya sendiri maupun atas seizin Pakuan, memohon kepada bangsa Portugis di Malaka, yang telah berulangkali datang berniaga ke Banten. Di mata otoritas Banten, bangsa Portugis menawarkan perlindungan ganda; bangsa Portugis sangat anti Islam, dan armada lautnya sangat kuat dan menguasai perairan di sekitar Banten. Banten, di sisi lain, dapat menawarkan komoditas lada bagi Portugis. Negosiasi ini di mulai tahun 1521 Masehi.

Tahun 1522 Masehi, Portugis di Malaka, yang sadar akan pentingnya urusan ini, mengirim utusan ke Banten, yang dipimpin oleh Henrique Leme. Perjanjian dibuat antara kedua belah pihak, sebagai ganti dari perlindungan yang diberikan, Portugis akan diberikan akses tak terbatas untuk persediaan lada, dan diperkenankan untuk membangun benteng di pesisir dekat Tangerang. Kemurah hatian yang sangat tinggi ini menggaris bawahi tingginya tingkat kesulitan yang dihadapi Banten. Pemilihan pembuatan benteng di daerah Tangerang tidak diragukan lagi untuk dua alasan : yang pertama, agar Portugis dapat menahan kapal yang berlayar dari Demak, dan yang kedua untuk menahan agar armada Portugis yang sangat kuat pada saat itu, tidak terlalu dekat dengan kota Banten. Aplikasi dari perjanjian ini adalah adanya kesepakatan kekuasaan yang tak terbatas bagi Portugis. Lima tahun yang panjang berlalu, sebelum akhirnya armada Portugis tiba di pesisir Banten, di bawah pimpinan Francisco de Sá, yang bertanggungjawab akan pembangunan benteng.

Sementara itu, situasi politik telah sangat berubah dan sehingga armada Portugis gagal untuk merapat ke daratan. Seorang ulama yang sekarang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati, penduduk asli Pasai, bagian utara Sumatera setelah tinggal beberapa lama di Mekah dan Demak, pada saat itu telah menetap di Banten Girang, dengan tujuan utama untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Walaupun pada awalnya kedatangannya diterima dengan baik oleh pihak otoriti, akan tetapi Ia tetap meminta Demak mengirimkan pasukan untuk menguasai Banten ketika Ia menilai waktunya tepat. Dan adalah puteranya, Hasanudin, yang memimpin operasi militer di Banten. Islam mengambil alih kekuasaan pada tahun 1527 M bertepatan dengan datangnya armada Portugis. Sadar akan adanya perjanjian antara Portugis dengan penguasa sebelumnya, Islam mencegah siapapun untuk merapat ke Banten. Kelihatannya Kaum Muslim menguasai secara serempak kedua pelabuhan utama Sunda, yaitu Kalapa dan Banten, penguasaan yang tidak lagi dapat ditolak oleh Pakuan.

Sebagaimana telah sebelumnya dilakukan di Jawa Tengah, Kaum Muslim, sekarang merupakan kelas sosial baru, yang memegang kekuasaan politik di Banten, dimana sebelumnya juga telah memegang kekuasaan ekonomi. Putera Sunan Gunung Jati, Hasanudin dinobatkan sebagai Sultan Banten oleh Sultan Demak, yang juga menikahkan adiknya dengan Hasanudin. Dengan itu, sebuah dinasti baru telah terbentuk pada saat yang sama kerajaan yang baru didirikan. Dan Banten dipilih sebagai ibukota Kerajaan baru tersebut.

Rabu, 03 Juni 2009

Menulis di Internet Dipenjara

Tembus 10 Ribu Member, Facebooker Target Penangguhan Penahanan Prita

Nograhany Widhi K
- detikNews

(Foto: Facebook)

Jakarta
- Kelompok 'Dukungan bagi Ibu Prita Mulyasari' di Facebook menembus lebih 19 ribu anggota, jauh melebihi target, 7.500 anggota. Dengan banyaknya dukungan ini, facebooker mentargetkan setidaknya Prita mendapat penangguhan penahanan.

"Kita ingin menanggguhkan penahanan atau menganulir keputusan hakim. Ingin Bu Prita pulang dulu, sebisa mungkin. Kalau hasil terbaik ya menganulir putusan hakim, tapi minimal dia tidak ditahan," tegas Enda Nasution, administrator kaukus 'Dukungan bagi Ibu Prita Mulyasari'.

Enda yang dihubungi detikcom, Selasa (2/6/2009) berpendapat penahanan bagi Prita tidak masuk akal karena selaina ditahan, Prita dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), bukan dengan UU Perlindungan Konsumen.

Dedengkot blogger Indonesia ini juga menjelaskan, dengan dukungan sebesar itu, maka untuk melakukan sesuatu bagi Prita menjadi lebih mudah. Apalagi para anggota dukungan bisa dikontak melalui internet secara langsung.

"10 Ribu member bisa kita kontak lewat situs secara langsung jika ingin melakukan sesuatu. Entah bantuan materi atau immateri, tergantung apa langkah yang akan kita ambil selanjutnya," jelas dia.

Hari ini, langkah para facebooker itu mulai dikonkretkan. Mereka akan mengadakan rapat menentukan langkah selanjutnya di kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pusat.

Penelusuran detikcom di Facebook hari Rabu (3/6/2009), kelompok yang dimotori Enda ini berhasil menggaet lebih dari 18 ribu pendukung. (nwk/nwk)

Selasa, 02 Juni 2009

Rangkasbitung- Jakarta


Tak terasa sudah setahun lebih saya menggunakan tranfortasi kereta api rangkasbitung-Jakarta,setipa hari saya gunakan fasilitas pemerintah ini,wakau kadang suka menjengkelkan,padahal transfortasi ini banyak sekali peminatnya selain murah tiketnya meriah pula keretanya,saya tiap hari kerja meggunakan trans KAI yang menempuh jarak kurang lebih 100 km dengan waktu hampir 3 jam,tapi itu cuma pulangnya kalau pagi saya naik yang exspres Rankas Jaya,yg menempuh cuma 1.1/2 jam sebenarnya sih selisih dikit sama yang kereta biasa. awalnya saya merasa berat buanget menjalani nya karna terlalu jauh jarak atara rumah dan tempat kerja saya,tapi lambat laun saya mulai terbiasa,ternyata bukan hanya saya yg melakukan nya ternyata banyak juga teman2 yg sama seperti saya,disni saya baru menikmati perjalanan ini,...bersambung

Adakah Ilmu Ikhlas


Sebenarnya adakah ilmu ikhlas itu? Saya pernah melihat sebuah film yang menceritakan tentang seseorang yang dengan gigihnya mengejar seorang gadis anak seorang kyai. Dengan kenekatannya di berusaha mendekati gadis itu, biarpun ada halangan dari orangtua si gadis. Dia tetap nekat biarpun kyai bapak gadis tadi mengajukan syarat-syarat yang mungkin dirasa berat bagi orang yang tidak biasa melakukan. Tetapi demi mendapatkan seseorang yang dicintai, maka seberat apapun syarat tersebut ia sanggupi juga. Maka rangkaian kejadian yang lucu, mengharukan, bahkan konyol terjadi dalam film tadi. Bagaimana si pemuda tadi belajar untuk menjalankan syarat yang diajukan ayah si gadis. Sampai akhirnya tibalah penentuan tersebut. Ternyata si gadis telah dijodohkan oleh pemuda lain yang menurut pandangan dari pak kyai lebih memenuhi syarat sebagai manantunya. Dan pak kyai mengajukan satu syarat lagi yaitu si pemuda harus menguasai apa yang dinamakan ilmu ikhlas, yang ternyata maksud dari pak kyai adalah bahwa si pemuda harus mengikhlaskan jikalau si gadis telah dijodohkan dengan orang lain. Dengan ketabahan dan gentle maka si pemuda pun tidak keberatan jika si gadis telah mempunyai jodoh yang lain selain dirinya. Dia telah mengikhlaskan kalau si gadis memang bukan untuknya. Tetapi ternyata pak kyai malah terkesan dengan apa yang dilakukan oleh pemuda tadi. Menurut pak kyai dialah yang telah dapat menguasai apa yang di namakan ilmu ikhlas. Akhirnya bisa ditebak ending dari film tadi.

Kalau kita lihat berdasarkan paparan diatas memang apa yang dinamakan ilmu ikhlas itu adalah sesuatu yang harus kita relakan kalau memang itu belum menjadi hak kita. Tetapi kadang kita sebagai manusia yang penuh dengan ego yang tinggi tidak bisa terima dan mungkin akan menyalahkan orang lain apabila tujuan atau sesuatu yang kita harapkan tidak kita dapatkan. Dan hal itu sering terjadi pada kita sebagai manusia yang penuh dengan ketidak sempurnaan. Seringkali malah terjadi penipuan pada hati kecil kita. Kita sering berkata pada orang lain bahwa kita rela melepas sesuatu entah itu apa, tetapi dalam hati kecil kita masih tidak rela kenapa hal itu bisa terjadi, apa yang menjadi kesalahan kita sehingga sesuatu yang kita harapkan ternyata tidak bisa kita raih, atau kita ambil.

Itulah kelemahan kita sebagai manusia biasa, yang kadang dengan kecongkakan dan kepongahan kadang lupa bahwa masih ada yang mengatur kita sesuai jalur yang ada. Kita sebagai manusia masih sering lupa bahwa dibalik semua yang terjadi akan ada hikmah yang mungkin akan kita ketahui kelak di kemudian hari. Perkataan orang yang mengatakan bahwa kalau kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, maka Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik. Dan saya percaya itu

Diantara Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Ikhlas

Ayat-Ayat Perintah Agar Ikhlas


Allah Ta'aala berfirman:

"Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)." (QS. Az-Zumar: 2-3).

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama." (QS. Az-Zumar: 2-3).

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5).

"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al-An'aam: 162-163).

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 163).

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatupun." (QS. An-Nisaa': 36).

"Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." QS. Al-Baqarah: 22).

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". (QS. Al-Anbiyaa': 25).

"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al-Kahfi: 110).


Ayat-Ayat Ancaman Tidak Ikhlas

Allah Ta'aala berfirman:

“Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat.” (QS. Ali 'Imraan: 152).

"Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)." (QS. Al-Anfaal: 67).

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16).

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik." (QS. Al-Israa': 18-19)

"Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." (QS. Asy-Syuuraa: 20)

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah (yaitu suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan RasulnyaNya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar." (QS. Al-Ahzaab: 28-29).

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. An-Nisaa': 48 dan 116).

"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al-Furqaan: 23).

Hanya Orang Yang Ikhlas-lah Yang Selamat

Allah Ta'aala berfirman:
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka." (QS. Shaad: 82-83).

"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (QS. Al-Hijr: 39-40).[www.hatibening.com]

Kisah ku


Nama saya abdul latief,saya dilahirkan hari zum'at 19 mei 1978 dari pasanganSulaiman(ayah) dan Nafsiah(ibu),ayah berasal dari keluarga yang sederhana,tepat nya didaerah kedongdong-lampung selatan dan ibu pun sama berasal dari keluarga sederhana,ibualinya dari rangkasbitun-banten.
saya terlahir setelah kedua orang tua saya berumah tangga selama kurang lebih 8 tahun dansaya tidak memiliki saudara kandung alias tunggal,dari ayah saya mempunyai saudara 6 dariistri pertama dan kedua ayah,saya dilahirkan di jakarta tepatnya di daerah koja-jakartautara.
ayah bekerja di pelabuahan sebagai krani dan ibu sebagai ubu rumah tangga dan memilikisebuah kios di pasar sindang koja,usia 3 thn saya di bawa kelampung,karna ayah dah berhentikerja di pelabuhan kios ibu pun di tinggalkan,kami sekeluarga tinggal di lampung selama 2 tahun,setelah itu saya pindah ke rangkasbitung-banten,ayah bertani di rangkas,di usia 7 tahun saya udah sekolah SD,tapi ayah mulai sakit2tan ayah struk,tapi ayah sempet sembuhdari sakit dan dia membawa saya ke jakarta utk menemui saudarnya,setelah dari jakrta sayadi bawa ke lampung sama menemui saudara ayah di sana.
ayah setelah pulang dari lampung ayah jatuh sakit lagi dan sakitnya makin parah badannya tidakbisa bergerak lagi,orang bilang ayah dah mati sebelah saya sedih sekali,di saat sayamemerlukan sosok ayah yg tegar dimana tempat saya berteduh dan berlindung sekarangtak berdaya terbaring lemas.
di usia 8 tahun ayah meninggal......bersambung